Cerpen Motivasi
Mengejar Mimpi
Bimo adalah siswa STM Budi Jaya yang
berasal dari keluarga sederhana, sebenarnya dia berasal dari keluarga menengah,
tetapi 3 tahun yang lalu usaha ayahnya mengalami kebangkrutan. Bimo adalah anak
yang baik, rajin, dan mudah bergaul dengan teman-temannya. Bimo juga anak yang
penurut. Kebangkrutan usaha ayahnya membuat Bimo tumbuh menjadi anak yang
mandiri.
Sudah lama Bimo menginginkan laptop
untuk menunjang belajar, tetapi orangtuanya belum bisa membelikan laptop
tersebut. Hal itu tidak membuat Bimo memaksakan kehendaknya. Satu bulan
kemudian dia dipilih oleh walikelasnya untuk mewakili sekolah di ajang Karya
Tulis Ilmiah. Ia pun sangat bersemangat karena bagi yang mendapat juara satu
hadiahnya adalah laptop yang dia ingin-inginkan.
Ia bertekad harus memenangkan
kompetisi tersebut. Setiap hari dia berlatih dengan giat dan tak lupa berdoa
kepada Allah, dia menyempatkan berpuasa Senin Kamis juga membiasakan solat
Tahajud agar dia dimudahkan dalam menghadapi lawan-lawannya nanti.
Hari-hari yang ditunggu telah tiba.
Saatnya dia berkompetisi melawan pesaing-pesaing dari sekolah lain yang tak
kalah bagus darinya. Tak lupa sebelum berangkat dia memohon doa restu kepada
kedua orangtuanya. Di sana dia bertemu dengan teman-temannya yang pernah
menjuarai Karya Tulis Ilmiah di tingkat Nasional. Sempat dia merasa minder dan
putus asa, namun keinginannya memiliki laptop tersebut telah membangkitkan
semangatnya kembali.
Setelah beberapa hari kompetisi itu
dilaksanakan, tibalah saatnya Bimo memetik hasil dari apa yang sudah
ditanamnya. Pak Budi yang akan mewakili sekolahnya untuk menerima hasil dari
pihak penyelenggara. Bimo merasakan hal yang tidak karuan pada dirinya, dia takut
jika dia gagal dan tidak akan mendapatkan laptop tersebut. Setelah menunggu
beberapa jam, dia melihat mobil pak Budi memasuki gerbang sekolah. Pak Budi
keluar dari mobil membawa piala dan bingkisan berbentuk kotak.
Usaha Bimo selama ini tidak sia-sia.
Ia memenangkan kompetisi tersebut dan mendapatkan apa yang dia impikan selama
ini. Kedua orangtuanya pun sangat bangga. Berkat kesabaran dan kegigihannya,
dia memiliki laptop dari hasil jerih payahnya sendiri.
.TAMAT.
"Janganlah kita berkecil hati dengan keadaan ekonomi kita
sekarang, bermimpilah setinggi mungkin. Namun, kita jangan terbuai dengan mimpi
tersebut, bangunlah, karna kita harus mewujudkannya." - Diah Ayu Prameswari'2017
Komentar
Posting Komentar